BALI - Pulau Bali sampai saat ini masih menjadi target serangan teror karena memiliki dampak luar biasa terhadap akibat yang ditimbulkan. Warga Bali, baik yang terlibat langsung maupun tidak, merasakan dampak emosional dan psikologis yang besar. Keluarga korban, serta masyarakat Bali secara keseluruhan, merasakan trauma dan ketakutan akibat terorisme, yang memengaruhi kesejahteraan mental dan sosial mereka. Dengan pendekatan yang tepat dapat membantu mengurangi ketegangan dan membuka ruang untuk pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan pandangan.
Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas Bali tetap aman dan hubungan toleransi umat terjaga dengan baik, Polda Bali melaksanakan kegiatan sosial bersama Eks. NII (Negara Islam Indonesia) Bali menjelang Idul Fitri 1446 H yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 20 sampai 22 Maret 2025 di seputaran Denpasar.
Ada 4 (empat) kegiatan sosial yang dilakukan bersama dipimpin Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa, yaitu meliputi kegiatan bagi-bagi takjil dan nasi kotak di Mushola Al-Hidayah Monang Maning Denpasar juga kegiatan silahturahmi dan pemberian bantuan sosial dengan anak-anak MI Hidayatullah Pemogan Denpasar.
Selanjutnya dilakukan silahturahmi dan pemberian bantuan sosial juga dengan anak-anak Yayasan Al-Hittihad Rasyid Wa Habib Jl. Gunung kidul Tegal Langon Pemecutan Klod Denpasar Barat dan pembagian takjil terhadap pengendara yang lewat di Jalan Mirah Hati Monang Maning, Denpasar Barat.
Dengan terlaksananya kegiatan sosial pada bulan Ramadhan ini Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Bali AKBP Dartiyasa berharap dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman eks. NII Bali dan juga menyampaikan pengalamannya. Selain membawa suasana kebersamaan yang positif, mengurangi perasaan terisolasi, dan membangun rasa persaudaraan. Sehingga anak-anak di Yayasan yang dikunjungi memahami dampak negatif paham radikal, karena paham radikal bukan saja bisa mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara tapi juga bisa merusak masa depan anak anak" tutupnya. ***
0 Komentar